Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Video karya dan kreasi cover lagu dangdut pop slowrock daerah indonesia dan luar negeri
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Lirik Jangan bertengkar lagi (kangen band)
Sadarkah kau kasih kelakuan kamu
Sungguh sangat menyiksa aku
Padahal ku beri
apa yang kau mau
Tapi kau tak mengerti aku
Sakitnya hatiku
dengan semua caramu
Bila kau terus begini
nanti ku bisa pergi
Aku mohon sayangilah
Diriku di dalam hidupmu
Dan kamu jangan
kasar-kasar lagi
Dengarlah pujaan hati
Aku mohon mengertilah
Kita jangan bertengkar lagi
Hadapi semua
dengan dingin hati
Dengarlah pujaan hati
Sakitnya hatiku
dengan semua caramu
Bila kau terus begini
nanti ku bisa pergi
Aku mohon sayangilah
Diriku di dalam hidupmu
Dan kamu jangan kasar-kasar lagi
Dengarlah pujaan hati
Aku mohon mengertilah
Kita jangan bertengkar lagi
Hadapi semua dengan dingin hati
Dengarlah pujaan hati
Lirik Cinta luar biasa – Andmesh kamaleng
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak kusangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu
luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah
hati yang setia
Tulus padamu
Hari-hari berganti
Kini cinta pun hadir
Melihatmu, memandangmu
bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu
anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu
luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah
hati yang setia
Tulus padamuu
O-o-o-oh …
Terimalah lagu ini
Hmm …
Dari orang biasa
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Terimalah cintaku yang luar biasa
Tulus padamu
Rindu tebal – Iwan fals
Sewindu sudah lamanya waktu
Tinggalkan tanah kelahiranku
Rinduku tebal kasih yang kekal
Detik ke detik bertambah tebal
Pagi yang kutelusuri
Riuh tak bernyanyi
Malam yang aku jalani
Sepi tak berarti
Saat kereta mulai berjalan
Rinduku tebal tak tertahankan
Terlintas jelas dalam benakku
Makian bapak usirku pergi
Hanya menangis yang emak bisa
Dengan terpaksa kutinggalkan desa
Seekor kambing kucuri
Milik tetangga ‘tuk makan sekeluarga
Bapak tak mau mengerti
Hilang satu anak ‘tuk harga diri
Aku pergi meninggalkan
Coreng hitam di muka bapak
Yang membuat malu keluargaku
‘Ku ingin kembali
Mungkinkah mereka mau terima?
Rinduku
Maafkan semua kesalahanku
Kursi kereta yang pasti tahu
Aku pergi meninggalkan
Coreng hitam di muka bapak
Yang membuat malu keluargaku
‘Ku ingin kembali
Mungkinkah mereka mau terima?
Rinduku
Aku pergi meninggalkan
Coreng hitam di muka bapak
Yang membuat malu keluargaku
‘Ku ingin kembali
Mungkinkah mereka mau terima?
Rinduku
Aku pergi meninggalkan
Coreng hitam di muka bapak
Yang membuat malu keluargaku
‘Ku ingin kembali
Mungkinkah mereka mau terima?
Rinduku
Aku pergi meninggalkan
Coreng hitam di muka bapak
Yang membuat malu keluargaku
Bandar tasik selatan – olan
tiada apa yang dapat kurasakan
selain dari cintaku padamu
tiada lafaz sendu yang terindah
yang dapat ku gambarkan padamu
bersama janji kita dipadukan
seindah rindu yang dirasakan
iringan bayu senja yang bertiup
membisikan cintaku padamu
mengapakah perpisahan
terjadi dalam cintaku
ketika ku memerlukan kasih mu
bandar tasik selatan
mencermin kenangan syahdu
berderai airmata piluku
bagaikan dedaun layu
yang gugur kekeringan
dahaga mengharapkan rindumu
senyum tangis senda mu
sentiasa di hatiku
namun kini kau tiada bersama
oh berikan ku sinaran
agar dapat ku tempuh
perjalanan hidupku
bandar tasik selatan
mencermin kenangan syahdu
berderai airmata piluku
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.